Ahli Waris Kelompok Almarhum Sayang Dilapor Ke Polres Dumai !

Foto kelompok (Alm) Sayang Saat Menggunakan alat berat sedang berada dilokasi tanah warisan

Dumai, Ketua Umum Perkumpulan Penggiat Penyelamat Kekayaan Daerah (P3KD) Provinsi Riau Salamuddin Purba dan salah seorang Anggota P3KD Ali Sidik Selaku Penerima Kuasa Ahli Waris Kelompok Sayang (Alm) Saat ini mendekam dibalik Jeruji Besi Rumah Tahanan Sementara di MAPOLRES Dumai  akibat dari LAPORAN Ir. Murnis Mansyur Direktur PT. Tristar Palm International terkait penemuan dugaan Surat Palsu DI Jalan Dumai-Basilam Baru 20 Nopember 2020 Tepatnya di Kantor Lurah Tanjung Penyebal Namun tidak disebutkan Jenis Suratnya  apa. Temuan itu Surat dengan Rekayasa.

Sementara itu Lurah Tanjung Penyebal Ahmad Ketika di Konfirmasi terkait Temuan Surat Palsu tersebut Ahmad Membantah “ Saya tidak ada mengatakan Surat itu Palsu” Memang ada Penyidik datang  Ke Kantor Lurah Meminta Berkas Tembusan yang dikirim P3KD Riau. Setelah diperiksa Kemudian Penyidik Polres Dumai A.Situmeang Lalu Pergi itu yang saya tahu ujar Ahmad ketika itu.

Menurut S.Purba bahwa Ir.Murnis Mansyur Melaporkan S.Purba ke Polres Dumai Salah Alamat demikian Penyidik Polres Dumai mempersangkakan S.Purba dan Ali Sidik terkait dugaan turut menggunakan Surat Palsu sesuai KUHP Pasal 263 JO Pasal 55 Salah Alamat Karena S.Purba dan Ali sidik Syaiful Aula dan Amir Hamzah Selaku Penerima Kuasa dari 23 Orang Ahli Waris Kelompok Almarhum Sayang.

Penangkapan dan Penahanan terhadap S.Purba dan Ali Sidik dengan cara Menjemput paksa dari Kediaman Tanggal 19 Maret Pukul 24.30 WIB bisa jadi ada “Kekuatan Besar “ yang punya kepentingan, Kemudian Mengkriminalisasi S.Purba dan Ali Sidik terkait Sengketa Lahan antara Ir. Murnis Mansyur dengan Kelompok Ahli Waris Almarhuhm Sayang.

Adanya Indikasi Kekuatan Besar dibalik Penangkapan dan Penahanan S.Purba dan Ali Sidik diduga tidak dikabulkan Kapolres Dumai terkait Permohonan Penangguhan penahanan, Padahal Surat Keterangan Dokter yang menyatakan Bahwa S.Purba Mengidap Pembengkakan Jantung, Lambung Serta Flek pada Paru-Paru  dan Tensi Turun Naik serta Sakit pada bagian Kaki dan Pinggang sehingga untuk berjalan harus menggunakan Tongkat karena berjalan tertatih tatih.

Penangkapan dan Penahanan S.Purba dan Ali Sidik terkait Surat Keterangan BLOK NO : 03/BB/1979 Yang dikeluarkan Penguhulu Kampung Basilam Baru atas Nama Kelompok Sayang Almarhum Ternyata Hasil Forensik Labkrim Polda Riau bahwa SK.03/BB/1979 Tersebut dan Turunan nya dinyatakan “Non Identik” dijadikan Alat Bukti. Maka atas dasar hasil Uji Forensik tersebut Rabu 20 April 2022 S.Purba Melaporkan 23 Orang ahli waris Kelompok Sayang selaku pemberi Kuasa Kepada Polres Dumai.

Mestinya Lanjut Purba Uji Forensik tidak hanya terhadap SK 03/BB/1979, Uji Forensik juga dilakukan terhadap SKGR Register No 751 s/d 801/SS/2012 Atas Nama Ir. Murnis Mansyur dan Joko Herlando PT. Tristar Palm International tidak sepihak sebab dari hasil Infestigasi P3KD Riau ditemukan Register No : 755/SS/2012 Surat Keterangan Menguasai Lahan Tahun 1984 diterbitkan kepada Desa Lubuk Gaung sementara Lahan yang dimaksud Herlina Ketika itu berusia 18 Tahun kawasan tersebut adalah kawasan HPH PT. SILVASAKI.

Kemudian tahun 1997 Menteri Kehutanan menerbitkan SK NO : 377/KPLS-11/1997, tentang Izin Pelepasan Untuk Pembangunan Kawasan Imdustri atas Nama PT. Nurinta  Baganyasa Seluas 1048 Hektare Lokasi S.Mampu – S.Teras Kab. Bengkalis yang saat ini masuk wilayah Kota Dumai selain itu Surat dasar atas nama Herlina Tahun 1984 dalam SKGR Register No 755/SS/2012 Tersebut tidak dilampirkan hanya berdasarkan pernyataan Herlina bahwa Herlina pernah menguasai Lahan pada tahun 1984 di Desa Lubuk Gaung, Alamat Herlina juga dalam SKGR tersebut tidak jelas.

Terkait Penahanan dan Penangkapan terhadap Salamuddin Purba dan Ali Sidik mendapat sorotan dari berbagai pihak Pers dan Praktisi Hukum R.Sibarani SH dalam Konfrensi Pers belum lama ini mengatakan meminta Aparat Penegak Hukum di Dumai agar Salamuddin Purba dan Ali Sidik dibebaskan karena hanya sebagai Penerima Kuasa dari 23 Orang Ahli Waris Kelompok Sayang, Permintaan  Pembebasan tersebut dengan alasan Kemanusian karena Usia Lanjut 71 Tahun dan Jalan harus menggunakan alat  bantu Tongkat kemudiaan Salamuddin Purba juga mengidap Penyakit Pembengkakan Jantung, Lambung dan Flek pada Paru-Paru. Selain itu Tensi Darah yang tidak Normal Wajar jika Salamuddin Purba dibebaskan ujar R.Sibarani SH. (xx Red)

TERKAIT