Penyebab KMP Yunicee Tenggelam Diselidiki, Ada Indikasi Kelebihan Muatan

Denpasar - Kapal Motor Penumpang atau KMP Yunicee tenggelam di perairan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Hingga saat ini belum diketahui penyebab kapal tersebut karam.

"(Penyebab) belum diketahui. Kita belum bisa menyimpulkan itu (penyebab kecelakaan), salah satu faktor usia, bisa juga faktor human eror, bisa juga faktor alam," kata Gubernur Bali Wayan Koster saat mengunjungi Pelabuhan Gilimanuk dalam rekaman audio yang diterima detikcom, Rabu (30/6/2021) dini hari.

Meski belum diketahui, Koster mengatakan bahwa ada indikasi kelebihan muatan dalam KMP Yunicee. Dari data yang diperoleh menurut manifesnya, ada 41 penumpang dan 16 anak buah kapal (ABK) sehingga ada 57 orang di dalam kapal.

Namun hingga saat ini korban yang berhasil dievakuasi yakni sebanyak 59, baik yang selamat maupun meninggal. Jumlah tersebut sudah lebih dibandingkan dengan data manifest yang ada.
Gubernur Bali I Wayan Koster.Gubernur Bali I Wayan Koster. (Foto: Angga-detikcom).

"Kalau melihat selisihnya, sepertinya ada kelebihan (muatan). Ada indikasi seperti itu, sekarang saja semestinya 57 (tapi) yang ditemukan 59, berarti ini perlu verifikasi lagi," kata dia.

"Karena ada yang meninggal dari Karangasem itu satu keluarga, belum ditemukan. Begitu juga yang dari Jembrana, anak muda, satu keluarga, bapaknya ibunya belum ketemu. Sedangkan ini sudah 59, yang belum ketemu berarti masih ada ini," imbuhnya.

Koster menegaskan, dirinya akan melakukan evaluasi terkait kecelakaan KMP Yunicee. Ia bakal menugaskan Dinas Perhubungan untuk melakukan kajian.

"Saya akan menugaskan Dinas Perhubungan dan pihak terkait untuk mengkaji masalah ini, apa sebenarnya sumber masalahnya, sehingga kedepan bisa dilakukan perbaikan kebijakan di dalam transportasi laut," ujar Koster.(dtc)