Diskes Rohil Prioritaskan Vaksin Sinovac bagi Lansia

BAGANSIAPIAPI - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) akan memprioritaskan Vaksin Sinovac bagi masyarakat lanjut usia (Lansia). Hal ini sesuai instruksi dari pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI).

"Untuk pemberian vaksin bagi lansia ditargetkan sebanyak 44.376 dosis, sementara capaian saat ini baru sebanyak 670 dosis pada vaksin tahap pertama, sedangkan pada vaksin tahap kedua baru sekitar 14 dosis," kata Plt Kadiskes Rohil, H Ahmad Yusuf, SSos, MH, Rabu (7/4/2021) di ruang kerjanya.

Ahmad Yusuf menerangkan, Pemkab Rohil sudah melakukan Vaksin Sinovac penangkal Covid-19 pada bulan Februari lalu sesuai dengan pemetaan yang dilakukan. Untuk kebutuhan vaksin bagi masyarakat Rohil itu sebanyak 160.306 dosis, Sementara yang diterima baru 20.180 dosis.

Untuk realisasi vaksin dari angka 20.480 dosis itu, 14.589 dosis sudah terpakai atau sudah divaksin. Sedangkan sisanya sebanyak 5.591 dosis akan dipakai untuk vaksin tahap kedua. "Sisa dosis sinovac sebanyak 5.591 itu bukan tidak terpakai, akan tetapi digunakan untuk vaksin tahap kedua," ujar Ahmad Yusuf.

Untuk tenaga kesehatan sendiri lanjutnya, target sebanyak 2.229 dosis, capaian saat ini baru sekitar  2.110 dosis pada vaksin tahap pertama. Sedangkan yang belum melakukan vaksin pada tahap kedua sebanyak 1.916 dosis.

Sekretaris Diskes Rohil itu juga menerangkan, untuk target pelayanan publik ditargetkan sebanyak 33.906 dosis. Yang sudah melakukan vaksin pada tahap pertama sebanyak 7.485 dosis dan tahap kedua sebanyak 2.464 dosis.

"Maka selisih sisa vaksin yang ada sebanyak 5.591 ini nantinya untuk menyisihkan orang yang sudah mendapatkan vaksin pertama. Karena interval waktu yang ditentukan yakni 14 sampai 28 hari setelah disuntik dosis pertama mereka wajib disuntik dosis kedua," sebutnya.

Ahmad mengkhawatirkan, apabila orang yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama lalu tidak mendapatkan dosis kedua, dikhawatirkan dosis vaksinasi tidak bekerja dengan baik atau gagal.

Dikatanya lagi, sejauh ini vaksin yang dilakukan tidak ada yang mengalami efek samping. "Umumnya di Riau dan khusus di Rohil belum ada keluhan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI)  setelah divaksin. Yang ada hanya efek ringan demam biasa, ngantuk, dan tidak mau tidur, itupun tidak berlangsung lama," pungkasnya.(hrc)