Pengawasan Penyelenggaraan Oil Boom Tersus Kawasan Industri Lubuk Gaung Belum Optimal

Foto : Selasa 30 April 2024, Kapal Tangker berbendera Asing berbobot puluhan ribu Ton Sandar di Tersus PT.Indo Palm Lubuk Gaung , diduga muat Minyak Mentah CPO tanpa menggunakan Oil Boom

Dumai - mimbarnegeri.com, Pasal 10 ayat (1) Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : 58 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan yang merupakan keharusan dan dipertegas melalui Surat Edaran (SE) Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kls-I Dumai Plt. Kolonel TNI-Al Amrul Ardiansyah. Dalam rangka evaluasi Permenhub 58/2013 tersebut.

KSOP Dumai memanggil penyelenggara Terminal khusus (Tersus) “Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan” (DLKR/DLKP) Kawasan Industri Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Dumai acara pertemuan bertempat di kantor KSOP Jl. Yos Sudarso Dumai

Pemanggilan tersebut disebut sebut terkait evaluasi pelaksanaan alat Perlindungan Lingkungan Maritim DLKR/DLKP. Diinformasikan bahwa pasca pemanggilan itu belum seluruhnya penyelenggara Tersus Kawasan Industry Lubuk Gaung  yang mematuhi Permenhub 58/2013 dan SE. KSOP Dumai. Dalam kesempatan pertemuan tersebut dihadapan para penyelenggara Tersus Kepala Kantor KSOP Dumai mengingatkan  akan turun kelapangan untuk melakukan evaluasi.   

Pantauan dilapangan ketika Tim media ini melakukan penelusuran ke perairan laut Selat Rupat Lubuk Gaung Selasa 30 April 2024  menyebutkan ditemukan salah satu perusahaan yang diduga membandel, yakni PT. Indo Palm mengabaikan Pasal 10 ayat (1) Permenhub No.58 Tahun 2013 bahwa pada saat bongkar muat minyak sawit mentah ke kapal tengker berbendera Asing  sandar di lokasi Tersus PT. Indo Palm Lubuk Gaung kapal tengker berbendera Asing tersebut tampak tidak menggunakan oil boom.

Kolonel TNI-AL Amrul Ardriansyah dari kesatuan Marinir melalui hubungan Whatsapp belum lama ini menyampaikan kepada awak media ini “bahwa memang perlengkapan diharuskan bagi/tiap kapal yang sandar membawa muatan. Sudah jelas kita wajibkan melalui PM 58 Tahun 2013  dan dipertegas melalui Surat Edaran KSOP Dumai selaku Pengawas di DLKR/DLKP Dumai tentunya para pihak sudah memiliki alat alat dimaksud.”

KSOP Dumai pejabat pemerintah di pelabuhan yang diangkat oleh Menteri Perhubungan RI memiliki kewenangan tertinggi untuk menjalankan dan melakukan pengawasan terhadap dipenuhinya ketentuan peraturan perundang undangan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran. Oleh sebab itu KSOP Dumai selaku pengawas diharapkan melakukan evaluasi secara rutin ketika ada kegiatan bongkar muat barang minyak mentah di DLKP/DLKR. Selain itu bahwa Otoritas Pelabuhan (Port Authority) adalah lembaga pemerintah di pelabuhan sebagai otoritas yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian kegiatan kepelabuhanan yang diusahakan secara komersial.

Berdasarkan Permenhub No. 58 Tahun 2013 Tentang Penanggulangan Pencemaran di perairan dan pelabuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat (1) disebutkan bahwa “setiap pelabuhan dan unit kegiatan lain harus memiliki pelokalisir (oil boom) sebagaimana diatur dalam Pasal 9 ayat (2) huruf a, paling sedikit 1, 1/5 (satu setengah) kaiI panjang kapal terbesar yang berlabuh dipelabuhan dan/atau unit kegiatan lain, semestinya penyelenggara Tersus di wilayah kerja KSOP Dumai sejak ditanda tangani dan diberlakukan Permenhub 58/2013 tersebut sejak itu pula mestinya seluruh Tersus telah menyelenggarakan oil boom dimasing masing Tersus.

Pemerhati lingkungan Hidup Salman ketika dihubungi awak media ini secara terpisah Rabu (1/05/2024) terkait sinyalemen belum optimalnya penyelenggaraan oil boom di Tersus Kawasan Industri Lubuk Gaung mengatakan, tanggung jawab KSOP Kls-I Dumai oleh sebab itu fungsi pengawasan di optimalkan. tandasnya.

Menurut Salman Penyelenggara Tersus ketika melakukan bongkar muat minyak sawit mentah, pepatah mengatakan “sedia payung sebelum hujan” artinya menghindari terjadi pencemaran di laut Dumai karena aktifitas bongkar muat minyak mentah sawit diarea Tersus rentan dengan terjadinya tumpahan minyak sawit mentah, bisa saja disebabkan selang pecah. Hal ini bisa saja terjadi kapan saja, untuk mengantisipasi tumpahan minyak tersebut pihak perusahaan penyelenggara Tersus menempatkan tenaga kerja yang professional dan memiliki Sertifikasi K 3. Imbuhnya.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan media ini menyebutkan bahwa penyelenggara oil boom di Tersus Kawasan Lubuk Gaung yang mematuhi Pasal 10 ayat (1) Permenhub 58/2013 tentang Penanggulangan Pencemaran yakni PT. SDS Apical Group Lubuk Gaung dan PT. IBP Lubuk Gaung. Sementara itu penyelenggara Tersus yang lainnya, diharapkan KSOP Dumai melakukan evaluasi, termasuk mengevaluasi sertifikasi para pekerja di Tersus, diharapkan peristiwa bongkar muat minyak mentah ke kapal tengker berbendera Asing berbobot puluhan ribu ton di Tersus PT. Indo Palm Selasa 30 April 2024 tidak terjadi lagi (Sp). 

 

                                                                         

 

 

 

 

TERKAIT