Usai Pilkada, Golkar Riau Harus Evaluasi Strategi Pemilu

PEKANBARU - Pengamat Politik dari Universitas Riau,Tito  Handoko mengatakan, Partai Golongan Karya (Golkar) harus segera melakukan evaluasi terhadap hasil Pilkada 2020. Dimana banyak calon yang diusung gagal menduduki kursi kepala daerah.

"Kalau dilihat diskusi-diskusi di tengah kader Golkar, kemudian berita di ruang publik, itu memang perlu evaluasi terhadap strategi yang dilakukan oleh Partai Golkar. Karena kalau dilihat, calon yang diusung sebenarnya itu cukup bagus semua," kata Tito kepada halloriau.com, Minggu (17/1/2021).

Terkait penggantian Ketua DPW Golkar Riau yang saat ini diduduki boleh Syamsuar, dia mengatakan perlu pertimbangan matang dari kubu Golkar. Namun memang evaluasi hari tetap dilakukan karena hasil Pilkada yang buruk.

"Evaluasi perlu. Kalau diganti tergantung maunya kader partai, DPP dan kesepakatan para DPD," ujar Tito.

Menurut Tito, ketidakberhasilan Golkar pada Pilkada 2020 terjadi karena soliditas di kader yang sudah mulai berkurang. Ini karena perputaran kader yang cukup lama.

"Golkar ini kan partai yang telah lama berkuasa. Jadi banyak kader yang tidak tahan menunggu antrean. Sehingga soliditas partai di tingkat bawah itu tidak terbangun degan baik. misalnya ketika DPD 1 merekomendasikan si A, lalu di akar rumput si maju juga dengan perahu lain, tetapi dia masih tetap kader Golkar. Dan itu mengakibatkan terjadi dualisme pemilih," tambahnya

Selain itu, dia juga menilai kepemimpinan Syamsuar sangat berbeda dengan ketua-ketua sebelumnya, terutama Rusli Zainal.

"Kalau dulu, di zaman Pak Andi Rahman, beliau langsung turun dan sumber daya yang ada baik di lingkungan Pak Andi itu memang dimobilisasi untuk memenangkan calon yang diusung partai. Baik dalam bentuk finansial, APK itu juga turun, di zaman Pak Anas Ma'mun juga begitu. Nah sekarang apakah itu juga dilakukan oleh Pak Syamsuar itu juga tidak tahu. Apakah dia juga turun membawa bantuan keuangan atau finansial itu kita juga kurang tahu. Apakah konsolidasi pemenangnya cukup dengan kampanye saja itu kita kurang tahu," ujar Tito.

"Kalau kita melihat dari luar, memang berbeda dengan zaman-zaman ketua Golkar sebelum itu berbeda. Apalagi jika dikompare-kan dengan zaman Pak Rusli itu berbeda sekali. Rasa memiliki kader di bawah itu berbeda," tambahnya.

Meskipun demikian, Tito menilai Golkar akan kembali bangkit pada pemilu selanjutnya, yakni pemilihan legislatif (Pileg).  

"Golkar itu kan salah satu partai berkuasa. Sudah lama beradaptasi dengan perubahan. Rasa-rasanya Golkar masih bagus di Pileg nanti. Karena ini pasti akan ada evaluasi, dan setelah evaluasi pasti ada peningkatan. Kalau untuk Pilgub sendiri belum kelihatan," pungkasnya.(hrc)