Minggu, 29 November 2020
Follow:
 
Pendidikan
Demo Rektor Gara-gara Mars, IPNU Pekanbaru Sindir BEM UIN

Pendidikan - - Senin, 30/07/2018 - 06:56:39 WIB

PEKANBARU - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Pekanbaru, Riau menyindir Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau yang melakukan aksi protes terhadap rektornya, Prof Dr Akhmad Mujahidin MAg, Jumat lalu.

Salahsatu yang diprotes mahasiswa adalah karena mahasiswa menganggap rektor tidak independen yang mengizinkan adanya mars ormas tertentu dinyanyikan dalam acara resmi kampus. Mars yang mereka permasalahkan itu adalah mars Yalal Wathan yang mereka anggap sebagai mars Nahdlatul Ulama.

"Menurut saya, rekan-rekan BEM itu perlulah untuk mencari kebenaran dulu. Kalau istilah kitanya sih mereka harus tabayyun dululah. Jangan ujuk-ujuk menuntut yang sebenarnya tidak tepat untuk dituntut," kata Ketua PC IPNU pekanbaru Saddam Orbusti Ritonga, dalam siaran persnya kepada wartawan, Ahad (29/7/2018).

"Rekan-rekan BEM itu saya pikir salah kalau mengatakan mars Yalal Wathan itu sebagai mars NU. Itu bukan mars NU," kata Saddam lagi.

Pria yang merupakan mahasiswa S2 Ilmu Pemerintahan UIR ini menambahkan bahwa mars Yalal Wathan itu bisa diartikan sebagai mars kebangsaan atau mars nasionalisme dan bukan mars NU. Oleh sebab itu Ia mengingatkan BEM UIN perlu untuk mencari kebenaran terlebih dahulu sebelum bertindak.

Kemudian Saddam juga berharap agar selain melakukan tabayyun BEM UIN mesti mengakhiri tuntutannya. "Saya berharap, tentunya selain melakukan tabayyun, mereka juga harus segera menghentikan tuntutan mereka. Jangan biarkan kegagalan dalam memaknai sesuatu itu berlarut-larut menggerogoti kekuatan UIN sebagai sebuah lembaga. Ini kan akan merugikan jika terus berlarut-larut," tutup Saddam.

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa dari  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau melakukan aksi demo yang ditujukan kepada rektor yang baru saja dilantik, Prof Ahmad Mujahidin, Jumat (27/07/2018) di kampus madani yang terletak di jalan HR Soebrantas tersebut.

Menteri Hukum dan HAM BEM UIN Suska Riau, Haris Oky Adi Supinta saat dikonfirmasi mengatakan aksi demo ini dilakukan karena rektor diduga telah melakukan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa baru.

"Aksi ini terjadi karena kami menolak adanya tindak kekerasan di dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Dimana kemarin itu ada mahasiswa yang ditampar oleh rektor sewaktu habis apel akbar, kemudian berlanjut pada hari ini saat pembukaan PBAK di gedung PKM, ada mahasiswa yang disuruh push up serta dijambak karena rambutnya dinilai panjang. Padahal rambutnya pendek menurut kita," sebutnya.

Tak hanya dugaan persoalan kekerasan perlakuan buruk Rektor terhadap mahasiswa baru, BEM juga menyoroti  adanya nyanyian mars salah satu ormas pada apel akbar, serta sikap rektor yang mengundang polisi berlaras panjang masuk kampus saat menghadapi unjuk rasa mahasiswa hari ini.

"Kami juga menyayangkan saat apel akbar kemarin siang juga ada nyanyian mars NU. Tidak seharusnya itu terjadi, kita independen. Kemudian rektor juga mengundang polisi berlaras panjang untuk menghadapi unjuk rasa kami hari ini, kan tidak seharusnya terjadi, apa begitu curiganya rektor sama kami, kami hanya menyampaikan aspirasi," cakapnya lagi.(rilis)

Komentar Anda :
 
HOME | REGIONAL | POLITIK | EKONOMI | PERISTIWA | AGROBISNIS | BUDAYA | PENDIDIKAN | PARLEMEN | INDEKS
Redaksi | Info Iklan | Disclaimer
Copyright 2012-2019 PT. MIMBAR ANUGERAH NEGERI PERS, All Rights Reserved