Kasus Positif COVID-19 di Riau Melandai

PEKANBARU - Kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau, dalam beberapa hari ini mulai melandai. Untuk hari Kamis (24/3), terdapat penambahan kasus positif 99 kasus.

Pasien yang sembuh dari COVID-19 di Riau bertambah 181 orang. Kemudian, untuk pasien yang meninggal dunia juga mengalami penurunan, yakni 2 orang meninggal dunia akibat virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan provinsi Riau, Zainal mengatakan, melandainya kasus positif COVID-19 di Riau, juga di dorong dengan tingginya antusias masyarakat untuk divaksin. Baik itu melalui vaksinasi tahap 1, tahap 2 dan booster. Dengan vaksinasi tingkat ketahanan tubuh masyarakat semakin kuat.

“Ya dalam beberapa hari ini kasus positif COVID-19 melandai. Dan masyarakat juga sudah semakin banyak yang vaksin. Bahkan sudah sampai vaksin ketiga atau booster. Tentunya ini akan semakin baik lagi jika seluruh tahap capaian vaksinasi masyarakat 100 persen,” kata Zainal.

Dijelaskan Zainal, dengan menurunnya kasus positif, pasien yang dirawat juga semakin menurun. Begitu juga dengan pasien yang diisilasi terpusat (Isoter) juga semakin berkurang. Di mana pasien yang isoter hanya tinggal 8 orang, dan diharapkan memasuki bulan Ramadhan, semua sudah pulang.

“Yang rawat Isoter juga berkurang. Kalau bisa menjelang Ramadhan ini tidak ada lagi yang isoter. Karena menejelang Ramadan isoter akan kosong jika tidak ada penambahan kasus. Yang dirawat juga ada, sebagain besar pasien yang isoter tidak bergejala yang sudah vaksin lengkap,” ungkapnya.

Terkait dengan pasien yang meninggal dunia, Zainal menjelaskan setelah hasil kajian, pasien yang meninggal rata-rata berusia di atas 56 tahun, dan ditambah lagi pasien tersebut ada penyakit komplikasi, dan belum lengkap vaksin.

Sementara, untuk capaian vaksiansi bagi masyarakat Riau, sudah 95,79 persen atau 4.636.580 masyarakat Riau sudan divaksin dosis pertama. Kota Pekanbaru masih tertinggi capaian vaksin untuk dosisi pertama mencapai 115,12 persen, dan disusul Kota Dumai 101,6, Rokan Hilir, 95,6 persen, Kabupaten Pelalawan 94,45 persen.(*)

TERKAIT