Disdik Pekanbaru Pertimbangkan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi Bagi Siswa SMP

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau berencana menerapkan aplikasi PeduliLindungi pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah melakukan belajar tatap muka 100 persen. Untuk itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru masih mempertimbangkannya.

Pasalnya, penerapan aplikasi tersebut berkaitan dengan larangan penggunaan gadget atau handphone di sekolah.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Disdik Pekanbaru, Muzailis, bahwa pihaknya masih mempertimbangkan penggunaan aplikasi peduli lindungi bagi para murid di sekolah. Pasalnya, siswa SD maupun SMP dilarang membawa gadget ke sekolah.

"Kalau untuk sekolah tingkat dasar sepertinya belum, apalagi arahan terkait penerapan tersebut belum ada," kata Muzailis, Minggu (16/1/2022).

Menurutnya, Disdik masih menanti arahan dari pemerintah terkait penerapan aplikasi peduli lindungi di sekolah. Ia menilai, aplikasi tersebut mungkin saja bisa diterapkan bagi siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dirinya menilai, penerapan aplikasi tersebut di SD atau SMP tentu bakal sulit. Selain kesulitan menggunakan aplikasi, apalagi anak-anak dilarang membawa gadget ke sekolah.

"Kita dari Dinas Pendidikan masih mempertimbangkan hal itu, nanti kita lihat regulasinya seperti apa," terangnya.

Disdik mengaku siap bila nantinya sudah ada regulasi penerapan aplikasi PeduliLindungi di sekolah. Ia menyebut, Disdik masih mempertimbangkan banyak hal sebelum penerapan aplikasi tersebut di lingkungan sekolah.

"Jadi kita masih mempertimbangkan, karena terkait dengan penggunaan gadget bagi anak-anak," ulasnya.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi guna mengetahui dan pelacakan digital penyebaran Covid-19. Selain penggunaan aplikasi ini, pemerintah kota juga telah melakukan suntik vaksin bagi para siswa dalam menghindari penularan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, jumlah murid SMP yang sudah mendapat suntikan vaksin mencapai 37.000 orang lebih. Total murid SMP yang harus mendapat suntikan vaksin sebanyak 45.000 orang.

Sedangkan murid SD di Kota Pekanbaru yang sudah mendapat suntik vaksin sebanyak 15.975 orang. Total murid SD yang harus mendapat suntikan vaksin sebanyak 103.017 orang.(hrc)