Selasa, 15 Oktober 2019
Follow:
 
Pekanbaru
Kualitas Udara Masih Level Berbahaya
Disdik Riau Persilahkan Sekolah Tambah Libur

Pekanbaru - - Jumat, 20/09/2019 - 06:38:56 WIB

Pekanbaru - Dinas Pendidikan Provinsi Riau belum mencabut imbauan libur sekolah bagi siswa SMA/SMK, termasuk bagi sekolah SD dan SMP sederajat, kabupaten/kota se Riau. Selama kabut asap masih menyelimuti Riau, dan kualitas udara berada di angka 200 pada Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) imbauan itu masih berlaku.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Rudiyanto, menjelaskan bahwa sejauh ini surat yang dilayangkan ke sekolah-sekolah untuk meliburkan siswa dalam kondisi asap disesuaikan dengan kondisi. Di mana libur sekolah tentatif, berdasarkan laporan hari perhari dari kualitas udara.

“Libur sekolah masih tentatif, sekarang tentu masih libur. Asap saat ini sama-sama kita lihat dan rasakan sudah dalam batas sangat berbahaya. Kepala sekolah silahkan meliburkan siswa dengan kualitas udara masih di atas 200,” jelas Rudiyanto, Kamis (19/9/2019).

“Tindakan meliburkan sekolah memang begitu harusnya. Begitu juga untuk tingkat SD dan SMP, anak kuliah juga diliburkan, hari ini saja kualitas udara ISPU 300 lewat. Makanya disampaikan siswa diliburkan,” tambah Kadisdik.

Dijelaskan mantan Pj Bupati Inhil ini, ia berharap ada perubahan kualitas udara menjelang hari Senin depan. Mengingat sudah hampir dua pekan anak-anak sekolah diliburkan dan banyak mata pelajaran yang tertinggal. Untuk itu ia juga mengimbau kepada siswa yang libur menambah jam belajar di rumah.

“Tentu kita mengharapkan proses belajar mengajar bisa kembali berjalan. Insya Allah sama-sama berdoa kita hari Senin anak-anak bisa kembali belajar, dengan berkurangnya asap ini. Banyak pelajaran yang tinggal selama libur sekolah ini, tapi bagi wali kelas bisa memberikan tugas kepada siswa, dan belajar di rumah. Banyak cara yang bisa dilakukan, dengan media dan ilmu teknologi saat ini,” kata Rudi.

Untuk mengejar ketertinggalan pelajar siswa yang sudah libur selama 9 hari Disdik akan memanggil kepala sekolah untuk mencari jalan keluar agar pelajar yang tertinggal bisa dikejar. Salah satunya adalah dengan menambah jam pelajaran pada hari Sabtu.(clc)

Komentar Anda :
 
HOME | REGIONAL | POLITIK | EKONOMI | PERISTIWA | AGROBISNIS | BUDAYA | PENDIDIKAN | PARLEMEN | INDEKS
Redaksi | Info Iklan | Disclaimer
Copyright 2012-2019 PT. MIMBAR ANUGERAH NEGERI PERS, All Rights Reserved