Minggu, 25 08 2019
Follow:
 
Parlemen
DPRD Pekanbaru Kembali Kritik Dampak Sosial Akibat Pembangunan IPAL

Parlemen - - Selasa, 16/07/2019 - 13:22:41 WIB

PEKANBARU - Jhon Romi Sinaga, Wakil DPRD Kota Pekanbaru turut mengkiritisi soal pengerjaan pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum juga selesai di beberapa titik jalan di Kota Pekanbaru.

Jhon Romi Sinaga SE melihat banyak dampak sosial yang ditimbulkan akibat pembangunan yang dirasa belum darurat. Seperti pembangunan di jalan depan Imigrasi, dimana tempat usaha yang biasanya ramai didatangi pelanggan kini sepi.

"Kita ingin tahu sejauh mana penggerjaan proyek dilakukan. Untuk itu, kepada kontraktor PT Wijaya Karya (Wika) dan Hutama Karya (HK) kita akan menjadwalkan pemanggilan guna memberikan solusi efek dari pembangunan IPAL tersebut," ungkap Jhon Romi Sinaga, Selasa 16/7/2019).

Pada dasarnya, lanjut Politisi PDI Perjuangan ini lagi, kegiatan pembangunan IPAL tersebut sebenarnya bagus, tapi seharusnya perusahaan BUMN itu harus memperhatikan lingkungan di sekitarnya agar jangan ada masyarakat yang mencari nafkah dirugikan. Apalagi jika pembangunan sampai satu tahun atau dua tahun, dampak ini harus diperhatikan. Belum lagi adanya pengalihan jalan yang membuat macet.

"Pihak perusahaan hendaknya bekerja secara profesional artinya setiap efek dari pembangunan yang mereka kerjakan disiapkan kajiaan sosial dengan memberikan solusi hingga tidak ada masyarakat kecil dirugikan. Jika ada masyarakat dirugikan tentunya kita sangat sayangkan. Berarti kota butuh percepatan pengerjaan dan pembangunannya. Jangan karena ada pembangunan ini masyarakat dirugikan, pihak perusahaan harus profesional, pikirkan juga masyarakat sekitarnya. Apa mereka mau tanggung jawab," ujar Romi.

Karena kata Romi lagi, dampak dari pembangunan pipa limbah bawah tanah tersebut, bukan hanya pelaku usaha kecil saja dirugikan namun terang dia lagi, seluruh masyarakat pengguna jalan sudah pasti dirugikan karena ada penutupan akses jalan utama. Selain itu juga terjadi penyempitan jalan.

"Harusnya jika mengerjakan di jalanan yang selalu dilalui kendaraan harusnya jangan langsung diambil rute yang sangat panjang, sedikit-sedikit saja agar penutupan jalan tidak terlalu lama. Kita juga minta jalanan yang sudah digali ditutup seperti semula, jangan dibiarkan. Kalau harus diaspal, ya diaspal dong. Mereka tentu ada anggaran untuk itu," tutupnya.(hrc)

Komentar Anda :
 
HOME | REGIONAL | POLITIK | EKONOMI | PERISTIWA | AGROBISNIS | BUDAYA | PENDIDIKAN | PARLEMEN | BIOGRAFI | CATATAN | FOTO | INDEKS
Redaksi | Info Iklan | Disclaimer
Copyright 2012-2017 PT. MIMBAR ANUGERAH NEGERI PERS, All Rights Reserved