Minggu, 25 08 2019
Follow:
 
Pekanbaru
Cacat Administrasi, Gubri Masih Tahan Mobil Dinas

Pekanbaru - - Senin, 15/07/2019 - 13:35:09 WIB

PEKANBARU - Gubernur Riau, Syamsuar masih mengandangkan lebih dari 150 mobil dinas dan operasional. Mobil dinas tersebut diketahui banyak cacat adimistrasi.

Mobil dinas dan operasional ini dikandangkan sepekan menjelang lebaran Idul Fitri 1440 H. Mobil dinas dan operasional dikandangkan awalnya agar tidak dipergunakan mudik saat lebaran.

Namun pascalebaran, ternyata Gubernur Riau, Syamsuar masih tetap 'menahan' mobil dinas tersebut. Mobil ini dikandangkan di halaman rumah dinas Gubernur Riau di Jl Diponegoro, Pekanbaru. Belakangan diketahui, banyak mobil dinas ini yang cacat administrasi.

"Gubernur Riau mengambil kebijakan ini untuk menata ulang soal mobil dinas dan operasional tersebut," kata Kepala Biro Humas Pemprov Riau, Firdaus dikutip dari Detik, Senin (15/7/2019).

Firdaus menjelaskan, salah satu cacat administrasi itu ada sebagian yang nunggak bayar pajak kendaraan. Ada mobil dinas dan operasional nunggak pajak lebih dari setahun.

Selain itu, kata Firdaus, cacat administasi lainnya diketahui kendaraan dinas yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Dia mencontohkan, ASN yang semestinya belum dapat jatah mobil dinas, tapi bisa menguasai mobil dinas yang bukan untuknya.

"Jadi ada ASN yang belum layak pakai mobil dinas, namun memilikinya. Tentunya ini juga melabrak aturan yang ada terkait jatah mobil dinas," kata Firdaus.

Selain itu, katanya, ada juga mobil dinas yang dikuasi kepala dinas lebih dari satu unit. Sehingga pascalebaran, mobil dinas tersebut tidak diperbolehkan lagi untuk dikuasai para kepala dinas.

"Sesuai administrasi yang ada jatah mobil untuk kepala dinas hanya ada satu unit. Tapi kenyataannya, ada kepala dinas yang memiliki mobil dinas lebih dari satu unit," kata Firdaus.

Sehingga mobil dinas yang dikandangkan ini, katanya, merupakan sisa dari mobil dinas lainnya. Kepala dinas dan pejabat lainnya tetap diberikan mobil dinas sesuai dengan kedudukannya.

"Kalau dulunya ada kepala dinas menguasai dua mobil dinas, sekarang hanya diizinkan satu unit saja. Gubernur akan melakukan pendataan tertib administrasi, " kata Firdaus.

"Akan dilakukan pendataan ulang soal mobil dinas dan operasional ini. Nantinya kalau sudah dilakukan pendataan secara menyeluruh dan sudah tertib adimistrasinya akan dikembalikan ke dinas lainnya sesuai dengan peruntukannya," kata Firdaus.

detikcom yang berada di lokasi tempat parkirnya mobil dinas, setelah dihitung jumlah yang dikandangkan lebih dari 150 unit. Mobil ini dikandangkan sepekan menjelang lebaran agar tidak dipergunakan untuk mudik.

Kondisi mobil yang sudah lebih sebulan dikandangkan ini ada yang baterainya soak. Ini terlihat, adanya mekanik yang melakukan jamper atar mobil saat akan dihidupkan.

Humas Pemprov Riau, tidak membantah bila kondisi baterai mobil dinas ini banyak yang tidak berfungsi. "Ya mungkin saja karena lama tak dipakai harus dijamper dulu. Saya rasa wajar saja kalau baterainya ada yang tidak berfungsi, ya mungkin karena lama tak dipakai," kata Firdaus(hrc)

Komentar Anda :
 
HOME | REGIONAL | POLITIK | EKONOMI | PERISTIWA | AGROBISNIS | BUDAYA | PENDIDIKAN | PARLEMEN | BIOGRAFI | CATATAN | FOTO | INDEKS
Redaksi | Info Iklan | Disclaimer
Copyright 2012-2017 PT. MIMBAR ANUGERAH NEGERI PERS, All Rights Reserved