Selasa, 15 Oktober 2019
Follow:
 
Agrobisnis
Pemerintah RI menyusun argumen untuk melawan klaim dari AS.
Dengan alasan tidak ramah lingkungan, Produk CPO Indonesia ditolak masuk AS

Agrobisnis - MimbarNegeri.com - Senin, 06/02/2012 - 01:13:08 WIB
TERKAIT:
 
 

Jakarta-Mimbarnegeri.com--Hatta Rajasa (Menko Perekonomian RI) mengatakan bahwa pihak AS melarang kelapa sawit Indonesia dan produk turunannya masuk ke AS sangat tidak memiliki dasar yang kuat. Alasan yang diberikan pun bukan merupakan alasan yang dapat diterima begitu saja. Dan hal ini harus di jelaskan dan dilawan dan mengajak pengusaha untuk melawan aksi AS tersebut.

"Saya kira itu harus kita jelaskan harus dilawan dan harus diberikan penjelasan dari mana dasarnya. Kalau biodiesel yang bersumber dari CPO itu tidak ramah lingkungan. Dasarnya apa? Kan jelas-jelas seluruh biodiesel itu tidak mengandung emisi karbon," ujar Hatta di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Klaim AS yang mengatakan bahwa produk CPO Indonesia tidak ramah lingkungan juga harus di pertanyakan. Dan menurut Hatta, tindakan AS itu sendiri menurutnya sebagai aksi proteksionisme perdagangan yang dilarang oleh WTO.

"Tidak ramah lingkungan di mananya? Nah inilah yang harus dijelaskan secara scientific secara jelas biar diargumentasi kita itu kuat. Kita tidak boleh diam hal-hal seperti itu. Karena ini membahayakan pasar kita. Itu tidak boleh," tegas Hatta lebih lanjut.

Menurut Hatta, kelapa sawit Indonesia sudah dua kali dipersulit di perdagangan internasional. Sebelumnya, Eropa juga sempat menlarang masuknya kelapa sawit asal Indonesia dengan alasan lingkungan.

Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementrian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan saat ini pemerintah RI sedang menyusun argumentasi secara ilmiah untuk melawan statement pemerintah AS tersebut. (*Alanha)

Komentar Anda :
 
HOME | REGIONAL | POLITIK | EKONOMI | PERISTIWA | AGROBISNIS | BUDAYA | PENDIDIKAN | PARLEMEN | INDEKS
Redaksi | Info Iklan | Disclaimer
Copyright 2012-2019 PT. MIMBAR ANUGERAH NEGERI PERS, All Rights Reserved